Diberdayakan oleh Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
RSS
Post Icon

Teknologi Militer Modern di Zaman Khilafah yang Mencengkam Dunia

Aku ingin membahas ini karena aku dari awal memang suka baca-baca artikel tentang militer terutama militer dari jaman Nabi SAW hingga sahabat-sahabat Nabi sepeninggal Nabi SAW..


Berikut teknologi militer masa kejayaan Islam yang ingin aku paparkan :

  • Manjaniq (Swing-Beam)

Manjaniq pertama kali digunakan oleh kaum Muslim pada peristiwa pengepungan Bani Thaif. Adalah Salman Al-Farisi, seorang Persia yang masuk Islam di masa Rasulullah SAW, orang pertama yang memproduksi senjata ini atas perintah Nabi SAW.

Manjaniq merupakan mesin balok pengayun yang dioperasikan oleh orang-orang yang menarik tali pada satu sisi balok sehingga ujung yang lain akan berayun sangat kuat dan menembakkan misil dari tali yang menempel pada ujungnya.

Manjaniq sebenarnya telah dikenal sebelum masa penaklukan Islam. Bangsa Avar pernah menggunakannya pada penyerbuan Thessalonica di tahun 597 M. Bahkan mesin pelontar ini dipercayai dicipta pertama kali oleh China antara abad ke-5 dan ke-3 SM, dan sampai ke Eropa sekitar 500 M. 

  •  Pedang Damaskus
Dihiasi dengan ornamen garis bergelombang, lentur, ringan, dan mampu menembus baju zirah, menjadikan pedang damaskus salah satu senjata perang paling bersejarah.

Pedang ini diproduksi di Damaskus pada abad ke-12 M. Eropa lalu mencoba membuat yang serupa dengannya, namun hingga saat ini masih belum mampu meniru 100%. Bahkan dengan teknologi metalurgi sekalipun belum dapat membuat tandingan yang memiliki ketajaman yang sama dengan Pedang Damaskus ini.

Pedang yang pernah membuat gentar Pasukan Salib ini, memiliki semacam lapisan kaca di permukaannya. Sutra  akan  terbelah  bila  jatuh di atasnya.  Pedang  lain pun akan  menemui  nasib yang  sama  jika  beradu dengannya. Tidak adyang menyangka, bahwilmuwan Muslitelah menerapkan teknologi  nano sejak seribu tahun yang lalu.

  • Teknologi Pembuatan Mesiu
Tidak hanya dalam seni membuat pedang, kaum Muslim juga mampu mengembangkan teknologi pembuatan mesiu. Walaupun senyatanya bubuk mesiu pertama kali ditemukan di China yang digunakan sebagai alat pembakaran  pada  abad  9  Mdua  abad  sebelumnya  seorang  ahlkimia  Muslim  Khalid  bin  Yazzid  telah mengenal lebih dulu potassium nitrat (KNO3), bahan utama pembuat mesiu.

Eropa  baru mengenal mesiu setelah dibawa oleh pasukan Mongol pada  tahun 1240 M.  Dan  selanjutnya dikembangkan menjadi bahan peledak, misalnya untuk mendorong peluru, kemudian seabad setelahnya disempurnakan menjadi senjata api.

Jauh sebelum Eropa mengembangkan teknologi pembuatan mesiu, ilmuwan-ilmuwan Muslim telah lebih dulu mencobanya. Banyak ilmuwan Muslim yang menguasai teknik pemurnian potassium, sebuah teknik yang tak diketahui oleh orang-orang China. Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar Al-Razi (wafat tahun 932
M), dan Hasan Al-Rammah adalah ilmuwan-ilmuwan Muslim yang telah menguasai teknik ini dan telah dijelaskan  di  dalam  karya-karya  mereka.  Teknik  pemurnian  ini  dilakukan  agar  potassium  bisa  digunakan sebagai bahan peledak.


  • Mehmed's Great Gun
Inilah  salah  satsenjata  paling  fenomenal yang  digunakan  dalam  perang  paling menakjubkan  sepanjang sejarah. The Mohammeds greats gun, itulah sebutan senjata yang dibuat pada tahun lampau ini. Meriam ini dibuat sebagai jawaban atas keinginan Muhammad al-Fatih untuk menjebol benteng pertahanan Konstantinopel.

“Aku dapat membuat meriam tembaga dengan kapasitas seperti yang anda inginkan, kata Orban, seorang ahli insinyur yang diundang Al-Fatih ke Adrianopel, “Aku telah mengamati secara detail tembok di Konstantinopel. Aku tidak hanya akan memporak-porandakan tembok itu dengan senjataku. Bahkan, tembok Babilonia pun akan hancur karenanya.


Tentu saja hal ini disambut gembira oleh Muhammad Al-Fatih. Impian untuk mewujudkan bisyarah Rasulullah SAW (tentang  takluknya  Konstantinopelsudah  di  depan  mata.  Maka  dijalankanlah  proyek  tersebut  dan senjata terbesar di dunia yang pernah ada pada masanya akhirnya berada dalam genggaman Muhammad Al- Fatih. Memiliki panjang 8,2 meter, diameter 76 cm, dengan berat 18,2 ton, meriam ini sanggup melontarkan bola besi padat berdiameter 70 cm dengan berat 680 kg sejauh 1,6 km.


Itulah teknologi militer ummat Islam masa itu yang mampu menutupi perbedaan kekuatan musuh :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS